Thursday, 23 April 2015

Review Revlon MoistureStay Lipcolor

23 April 2015,


Haloooo! 
Malam ini gue nggak ada kerjaan banget, so gue memutuskan untuk nulis blog aja. Kebetulan gue baru beli lipstick baru nih, hehehe. Jadi, lipstick gue yang daily itu habis, dan gue kekurangan lipstick untuk dipakai magang besok. Ada sih lipstick, tapi warnanya merah semua. Kan nggak lucu kalau gue magang dengan lipstick merah kayak mau ke kondangan gitu? 

Jadi, hari ini gue memutuskan untuk beli lipstick baru bareng Calvina. Yap! Again and again, with Calvina. Tadi sore setelah dari kampus, kita langsung pergi ke Central Park. Niat utamanya sih jelas, nyari lipstick. Jadi, meskipun perut kita lapar, sampai sana kita langsung berburu lipstick di Sogo. Setelah agak lama nyari-nyari lipstick, akhirnya Calvina memutuskan untuk membeli lipstick Revlon keluaran terbaru itu. Kalo gue pribadi sih gue nggak cocok sama lipstick itu, karena terkturnya terlalu creamy dan nggak cocok di bibir gue. So, gue cari yang lain. Pilihan gue jatuh kepada.....










Jeng jeng jeng......









Revlon MoistureStay Lipcolor! Seperti apa bentuknya? Ini dia...





Dari luarnya sih gue suka! Packagingnya oke, elegant gitu. Sekilas kayak kotak bolpoin ya? Hehehe... tp jangan salah. Ini lipstick! Setelah keluar Sogo, gue langsung ke toilet gitu buat coba ini lipstick. Gue pilih warna yang RoseBerry 50. Nah, warna yang gue pilih ini nggak terlalu merah dan nggak terlalu pink. Buat gue sih, warnanya natural banget di bibir. Pas dioles ke bibir pun, rasanya nggak terlalu ribet karena sticknya yang mungil. So, gampang diaplikasiinnya. Oh ya, setelah diaplikasiin di bibir, gue langsung merasakan adanya rasa mint di bibir gue. Yap! lipstick ini ngasih rasa mint di bibir, jadi rasanya fresh setelah pakai lipstick ini. Price? Nggak mahal kok, cuma 92 ribu aja di Sogo. Kualitas? Menurut gue oke. Nggak terlalu matte dan nggak terlalu glossy. Intinya, lipstick ini lumayan cocok di gue. Gue pake 2 - 3 jam buat jalan-jalan keliling CP juga nggak luntur kok. Gue cukup puas sama lipstick ini.


Plus :
- Packaging oke. (elegan, imut, hemat tempat).
- Nggak terlalu matte dan nggak terlalu glossy
- Affordable for the price
- Rasa mint bikin bibir jadi fresh


Minus: almost nothing, I think.


Overall, gue suka sih sama produk ini. Repurchase? Maybe yes, tapi mau coba warna lainnya. So guys, here's the pic of me with this lipcolor on my lip :D





Maafkan muka yang tidak enak dipandang yaa.... hehehe


Saturday, 11 April 2015

Culinary Review: Ichitori

11 April 2015,


Setelah sekian lama nggak buka blog, akhirnya sekarang buka blog lagi. Sedikit curhat, akhir-akhir ini gue emang lagi sibuk-sibuknya skripsi dan magang. Begitulah tuntutan mahasiswa semester akhir. Mudah-mudahan, beberapa bulan lagi bisa lulus dengan nilai yang baik. Aamiin!

Beberapa hari lalu, pas hari libur, gue sama Calvina jalan-jalan nih. Kebetulan waktu itu gue libur dan Calvina juga belum mulai penelitian. So, gue dan dia jalan-jalan ke Kuningan City buat nyari satu makanan yang udah lama gue idam-idamkan.Yap, ichitori! Gue cari makanan itu setelah nggak sengaja liat fotonya di instagram. Oh ya, waktu itu kita sekalian nonton Fast and Furious 7. Ah, I'm so sad itu episode terakhirnya Paul Walker. He looks so handsome as Brian O'Conner, and the ending of the movie is almost making me cry :(

Okay, back to ichitori! Ichitori ini salah satu makanan yang bisa dibilang.... hmm, trending food? makanan kekinian? Yah, apapun itu deh. Yang jelas, makanan ini enak! Hanya dengan mengeluarkan uang 30 ribu rupiah, kita udah bisa dapetin makanan enak semacam chicken pop atau mushroom. Nah, dengan uang 30 ribu itu juga, lo bisa pilih 2 free sauces untuk dicampur di ayam atau jamur yang lo beli. Jadi, 30 ribu yang dikeluarin itu udah termasuk ayam/jamur dan 2 free sauces. Rugi? Nggak dong, karena tempatnya juga lumayan besar. Wadah untuk menampung ayam/jamur adalah sebuah cup. Jadi, ichitori menjual chicken or mushroom in a cup, with 2 free sauces for the top of it. Oh ya, mereka juga jual dalam bentuk paket, yaitu ayam atau mushroom + nasi + 2 saus. Harganya? Gue kurang inget berapa harga untuk paket, tapi nggak mahal kok. Gue ada saran untuk kalian yang suka cheese, kalau sudah pilih saos cheese, lebih baik jangan dicampur sama saus barbeque, karena rasa cheese nya akan berkurang dan rasa asam dari barbeque akan lebih dominan (menurut gue).

Chicken Pop with BBQ + Mayo (left) - Chicken Pop with BBQ + Cheese (right)

Ichitori memang nggak punya restaurant yang besar seperti Shirokuma, Nannys Pavillon, or anything else. But, if you want to try this food, you can find it at LG floor Kuningan City. Tempatnya ada di depan Solaria, dan memang nggak terlalu besar. Disana hanya ada beberapa meja dan kursi, tapi booth ichitori akan dengan jelas terlihat kok.

Gue kasih point 80 untuk makanan ini, because the place should be larger dan menunya juga hanya 2 itu (chicken and mushroom). Mungkin makanan ini masih baru, jadi blm banyak inovasi dan belum buka cabang di tempat yang lebih besar. But overall, menurut gue ini recomended. Makanannya enak! Anyway, sorry for the bad picture.

Friday, 27 February 2015

Culinary Review: Shirokuma

27 Februari 2015,



Hello! I'm coming back after my super duper busy activites... udah mulai semester 8 jadi sibuk banget nih. Sibuk cari magang, dan sibuk skripsi. Hell yeah! Akhirnya ngerasain pusingnya bikin skripsi. Huhu...

Oh ya, ada yang tau shirokuma nggak? Itu loh, restoran green tea yang heits banget itu. Anak gaul biasanya pada tau nih. Secara, banyak bgt yang ngepost foto di shirokuma. Nah, kemarin-kemarin gue lagi ngidam ke shirokuma tapi belum sempet-sempet. Gue emang suka banget sama green tea, jadi gue udah niat buat datengin tempat itu. Pengen tau, seenak apa sih tempat nongkrong yang heits itu

Jadi, ceritanya ngidam gue ini kesampean pada tanggal 23 Februari 2015 (telat banget yak?). Setelah teman ngedate gue si Calvina balik dari Jambi, kita akhirnya kesana berdua aja. Shirokuma itu ada di 2 tempat. Yang pertama ada di Pantai Indah Kapuk, dan yang kedua ada di Gandaria City. Nah, berhubung ke PIK itu lumayan jauh dari tempat kita, jadi kita mutusin untuk cobain shirokuma di Gandaria City. Yeayy! Finally!

Tempatnya nggak terlalu sulit dicari. Kalau kalian naik eskalator, itu udah keliatan tulisan Shirokuma. Pertama kali liat, wow ramai! Ternyata, tempatnya memang se-hits itu. Untungnya kita masih bisa dapet tempat. Hehe...

Nggak cuma anak muda, ibu-ibu pun ternyata suka di tempat itu. Di samping meja kita kemarin ada tuh ibu-ibu arisan ruameeee banget. Ada juga anak sekolah, anak kuliah, atau orang pacaran. Well, menurut gue sih tempatnya lucu! Desainnya mirip-mirip sama Nannys Pavillon atau Sumoboo yang dominan warna hijau. Kursi dan mejanya lucu, kayaknya ngikutin tema jejepangan sana. Dan yang penting, menunya enak-enak! Oh ya, Shirokuma ini adanya di tengah-tengah gitu. Kayak di Nannys Pavillon yang di Plaza Indonesia. Tempatnya nggak terlalu besar, tapi kursinya lumayan cukup buat nampung sekitar 50 orang (mungkin).

Gue pesan Matcha Shiratama Float, Calvina pesan Matcha Caramel Frappe, dan Shakafries buat cemilan kita. Harganya nggak terlalu mahal. Buat menikmati makanan yang gue pesan itu, kita cuma menghabiskan uang 109 ribu. Lumayan terjangkau kan? Untuk es krim sekitar 18 - 20 ribu (kalo ga salah), minuman sekitar 30 ribuan ketas, dan menu yang lain juga lumayan terjangkau. Oh ya, disana juga ada makanan berat meskipun hanya sedikit. Salah satunya adalah Chicken Curry

Shaka Fries (Chilli salt) - Matcha Shiratama Float

Matcha Caramel Frappe


Taraaaa! Gimana? Kelihatannya enak nggak? Meskipun difoto biasa aja, tapi aslinya enak. Shakafriesnya gue suka! Hehe...

Kalo pelayanan, gimana sih, Sar? Hmm menurut gue sih pelayanannya cukup bagus. Pelayannya sigap dan cekatan. Minuman gue aja sempet tumpah sedikit karena kebanyakan, langsung diambilin tissue dan diganti tatakannya. Jadi nggak ngeleber lagi. Pelayannya juga baik-baik, murah senyum, nggak jutek. Pokoknya, pelayanannya oke!

Overall, Shirokuma ini tempat yang recomended. Makanan dan minumannya enak, terjangkau, dan pelayanannya bagus. Sayangnya, disitu minim colokan (hehe... teteup). Poinnya berapa sih buat Shirokuma? Nih, gue kasih point 90 deh. Kenapa nggak 100? Karena disana colokannya sedikit, dan menu makanan beratnya juga sedikit

Well, itu dia review gue buat Shirokuma Cafe. Bakalan kesitu lagi? Tentu!