25 Januari 2016,
Malam ini gue lagi nggak tau mau nulis tentang apa, tapi gue lagi kepengen nulis sesuatu. Setelah gue pikir-pikir, akhirnya gue nemuin satu topik yang akan gue tulis malam ini. Topik apa tuh? Jadi, gue mau nulis tentang.... no raicism. Gue mau nulis tentang perbedaan agama, suku, warna kulit and else. Ya intinya, tentang perbedaan. Sebenarnya agak sensitif buat bahas kayak ginian, tapi nggak papa deh gue nulis berdasarkan opini dan pengalaman gue.
Gue pribadi adalah tipe orang yang no racism. Gue berteman dengan siapapun, apapun agamanya, warna kulitnya, sukunya... gue berteman dengan siapapun. Gue berteman dengan semua pemeluk agama yang berbeda, dan dari suku yang berbeda bahkan negara yang beda. Mulai dari Islam, Buddha, Kristen, sampai Hindu, gue berteman. Dari yang pribumi sampai british pun gue ada teman. Teman gue yang Kristen? banyak. Yang muslim? Apalagi. Buddha? Gue kenal Calvina. Hindu? Si Anggi pemeluk agama hindu, orang Bali. Temen gue yang pribumi? Banyaaaak. Tiongkok? Banyak juga. Arab? Ada kok.... mantan gue aja Arab. Bule? Ada juga... Om gue orang bule. Tante gue nikah sama orang bule. Teman bule? Ada. Semuanya itu teman-teman gue, tanpa gue pandang perbedaan yang ada di antara kita.
Kadang gue suka heran sama orang yang.... mungkin bisa dibilang "gampang banget ngejudge orang". Ya, cuma karena beda agama atau beda ras, terus jadi musuhin orang / ras itu. I meant, it's unfair. Dulu mantan gue pernah kayak gitu. Ada orang yang beda ras, dan tiba-tiba dia bilang "tuh **** Anjing!" Gue rada kesel sih, tapi pas waktu itu gue lagi dibonceng dia, so gue cuma bilang "jangan gitu." Ya... gue tuh rada heran sama orang-orang yang stereotype gitu deh. Maksudnya, mereka kan nggak salah apa-apa, terus kenapa harus dibenci cuma karena orang itu beda agama atau beda ras atau beda suku sama lo? Kita sama-sama makan nasi, sama-sama sekolah, sama-sama tinggal di bawah langit yang sama, so.... what is the problem? As long as dia nggak ngerepotin lo, nggak cari masalah sama lo, so I think it's fine if they live in our country. Baik atau buruknya seseorang itu bukan dilihat dari apa agamanya, apa sukunya, apa rasnya, apa golongan darahnya.... baik buruknya seseorang itu terlihat dari cara dia bersikap. Baik dan buruknya seseorang itu dari perbuatannya kepada sesama dan kepada Tuhannya. Yaa, kalau ke Tuhannya sih itu urusan dia dan Tuhannya aja. Tapi selama orang itu baik ke orang lain, I think they are good. Yes, good personality.
So, menurut gue sih nggak fair aja kalau kita membenci seseorang cuma karena orang itu beda sama kita. Setiap orang pasti menginginkan kedamaian, so... yaudahlah coba make peace with everyone around without look their religion or else. Bertemanlah sama siapa aja, karena teman tuh orang yang mungkin suatu saat akan lo butuhin. Berbuat baik ke semua orang dan orang akan berbuat baik juga ke lo. Nggak salah kan berteman dengan banyak orang tanpa melihat perbedaan? Gue sebagai orang yang punya banyak teman yang berbeda dari gue, jujur aja ngerasa aneh kalau harus sinis sama orang yang beda sama gue. Gue nyaman berteman sama teman-teman gue sekarang. They care too much. Kadang nih kalau gue lagi galau, mereka suka ingetin buat rajin sholat dan berdoa sama Allah. Kalau lagi puasa dan gue bilang ngidam makanan, hampir tergoda gitu, mereka suka ingetin gue buat nggak batal puasa. They care very much! Padahal mereka berbeda sama gue. Nihh buktinya mereka care:
![]() |
| IGB Anggi (Hindu) |
![]() |
| Koko Wendrie (Kristen) |
![]() |
| Wendrie & Yesi (Kristen) |
![]() |
| Yessy (Kristen) |
Gue punya geng, namanya Geng Cantik. Sebenarnya namanya ngasal banget sih, cuma karena mau bikin group line dan nggak tau mau kasih nama apa. So, niken kasih nama Cantik. Sampai sekarang manggilnya "cantik". Nah, di geng cantik itu ada Niken, Calvina, Stefie, Yessy, Wendrie, Annisa (called as Buaya). Satu geng itu beda-beda agama. Yang muslim cuma gue, Niken, dan Buaya. Calvina Buddha, dan Yessy - Wendrie itu Kristen. Meskipun kita beda-beda, tapi kita saling bantu satu sama lain. Dulu nih, pas lagi ujian atau ada test, kita saling bantu sebar kisi-kisi. Kita belajar bareng dan sebagainya. Sampai magang pun kita saling bantu dan saling semangatin. Kita cari magang bareng, dan pas ada salah satu yang keterima magang duluan, mereka kasih info. Saling bantu aja. Sampai sekarang, kadang masih bagi-bagi info lowongan kerjaan. Udah dua tahun gue ngerayain birthday sama mereka. Mereka kasih surprise cake gitu meskipun gue nggak minta. And I was so happy + grateful karena punya mereka. Meskipun kita berbeda, tapi mereka care banget. Gue pernah marahin si arab gara-gara dia jelekin temen-temen gue. Kenapa? Ya, mereka udah kayak sahabat-sahabat gue... so gue nggak suka ada yang jelekin mereka apalagi kalau bawa-bawa perbedaan.
Intinya sih ya, berbuat baik aja ke semua orang. Jangan pernah nilai orang buruk cuma karena mereka berbeda sama kita. Ini Indonesia, ada yang namanya Hak Asasi Manusia. Mau mereka meluk agama apapun, itu pilihan mereka dan kita nggak akan pernah bisa maksa seseorang buat sama kayak kita. Jangan malah jadi benci cuma karena hal itu. Terus, ada hal yang kadang gue suka bingung tentang ras. Beberapa orang anggap orang lain dengan mata kecil itu seolah-olah kayak.... beda. Cuma karena nggak kayak orang pribumi, so mereka dianggap beda (untuk beberapa orang). Ini gue rasain karena gue kuliah di universitas yang mayoritas adalah orang-orang bermata sipit. Gue kadang nggak sengaja denger orang yang sama kayak gue dan dia talking bad about them. Padahal sebenarnya itu cuma "look". Itu cuma apa yang terlihat oleh kasat mata. And yes, mereka tinggal di Indonesia, so I think kita sama-sama warga indonesia. Kita satu bangsa meskipun wajah kita beda, warna kulit kita beda, cara bicara kita beda, tapi ya kita tetap sama. Kita sama-sama bangsa Indonesia, tinggal di negara yang sama. Sama-sama makan nasi. Sama-sama kuliah dengan uang sendiri. Eh, uang orang tua deng. But fyi nihhhhh, tiap suku itu punya kayak yang namanya.... hmm "look" yang berbeda-beda. Misal orang Medan, Manado, Kalimantan, or else.... itu looknya sipit-sipit. Tapi ya tetep aja mereka satu bangsa sama orang dengan darah Jawa atau Sunda atau Betawi. Atau contoh lain, suku papua atau Ambon. Hmm Papua masih di Indonesia kan ya? Ya pokoknya, tau lah look mereka kayak apa. Tapi tetap, mereka satu bangsa. Ada juga orang Padang or Aceh, biasanya orang Padang tuh cantik-cantik dan ganteng-ganteng kayak bule atau arab gitu. Ya... itu looknya dari daerah itu. Intinya sih ya, mau gimanapun warna kulit, agama, bentuk wajah, dan sebagainya itu.... nggak ngerubah fakta bahwa kita satu bangsa. Yes, sama-sama Indonesia. So, don't judge people with their differences. Manusia itu makhluk sosial yang nggak bisa hidup sendirian. Jangan pernah bicara buruk, atau bahkan cuma sekedar mikir buruk ke seseorang cuma karena dia nggak sama kayak diri kita. If you want to be respected, so learn to respect other. If you want to be loved, so learn to love every human or even every creature. Do the good thing and you will get the good thing.
Yak, sekian deh opini gue. Udah lumayan panjang juga. Ini cuma pendapat loh ya, nggak bermaksud apa-apa. Setiap pendapat orang kan beda-beda. So, no offense. Hehe. See you on the next post!






