Thursday, 8 December 2016

Drugs

8 Desember 2016,





Hello thereeee! Udah lama bangetttt nggak nulis blog. Terakhir itu tanggal 27 April, which is udah setengah tahunan gue absen dari blog ini. I'm so sorry about that... karena kemarin-kemarin tuh lagi sibuk (main), dan ngurusin rencana bisnis gue. Well, I finally try to be an entrepreneur. I don't know why, but... ngerasa aja kalau passion gue sebenarnya tuh di bisnis dan nulis. So, I'll try this.

Jadi, tadi siang tuh hujan nggak berhenti-berhenti di Kemang. Mau keluar, hujan. Dirumah aja, bosen. So, gue nonton Youtube aja saking nggak ada kerjaannya. Ada satu video yang lagi viral sekarang-sekarang ini, yaitu video clipnya Awkarin - Candu. Sebelumnya gue nggak pernah ngikutin selebgram yang satu itu sih, tapi video clipnya kali ini menarik, because.... so many reaction to her video. Setelah nonton itu, gue ngerasa agak prihatin sama negri ini. Yang gue lihat sekarang tuh, seolah nggak ada tempat yang aman buat anak-anak generasi kita yang masih dibawah umur. Coba bayangin, nonton TV? Sekarang kebanyakan adegan dewasa (about love, bullying and else). Internet? Menurut gue malah lebih parah. Kenapa? Sekarang aja, bahan bercandaan di IG itu rata-rata kontennya dewasa. Di Youtube juga nggak kalah banyak konten yang nggak seharusnya dilihat, kayak VLOG nggak jelas pakai kata-kata kasar dan lainnya. Ya, tapi banyak juga sih konten video yang bermanfaat
 
Oh ya, about Awkarin's music video.... yang gue lihat disitu dia pakai LSD atau seringnya disebut Lucy in The Sky with Diamonds. Sebenarnya mungkin itu bukan LSD, tapi NBOMe. Gambarnya sih bagus, tapi kontennya itu lho. They said it's an art, tapi menurut gue bukan art. Yang namanya seni itu, hal yang dihasilkan bentuknya positif. Itu menurut gue. They said that's the way to express, tapi buat gue itu salah. Karena apa? Karena dimanapun dan apapun selalu punya aturan. Bahkan di jalan sekalipun punya aturan, apalagi di social media yang notabene dilihat banyak orang? I'm not her hater, tapi... agak miris aja

I'll talk about drugs. Gue nggak mau komentar banyak about her video. Gue mau cerita aja soal LSD, NBOMe, drugs....

Kalian pernah dengar LSD nggak sih? Ya, kebanyakan LSD itu dipakai untuk psikoterapis. LSD itu memberikan efek halusinasi, karena sifatnya yang halusinogen. Jadi, kalau pakai LSD ini katanya bakalan senang, tenang, damai gitu deh bawaannya. Efeknya itu disebut tripping, karena menggambarkan perjalanan si pemakainya selama berhalusinasi ituBentuknya kayak perangko, kertas yang penggunaannya dimasukin ke mulut. Efeknya nggak terlalu bahaya, dan nggak adiktif. Beda sama NBOMe yang dosisnya lebih tinggi, efeknya juga lebih parah. NBOMe bentunya juga sama kayak LSD, kertas kayak perangko. Cara pakainya juga sama, bedanya cuma di efek yang dikasih selama halusinasi itu. Kalau LSD kasih efek tenang, NBOMe justru ngasih efek yang... hmm apa ya istilahnya? Intinya, kayak begajulan gitu lah. Kalau lagi tripping, NBOMe ini bikin penggunanya jadi gelisah, nggak tenang, begajulan... dan intinya efek halusinasinya lebih parah. Biasanya berlangsung 4 - 6 jam (katanya). Gue khawatir, sekarang ini banyak dijual (yang katanya) LSD di instagram or dimana-mana.dengan harga yang beragam. Dari 100 ribu sampai 300 ribuan / blotter. They said it's LSD, tapi gue meragukan. Makanya banyak juga yang salah kaprah antara LSD dan NBOMe. NBOMe juga bisa menyebabkan kematian lho kalau dosisnya berlebih dan penggunanya nggak kuat. Banyak juga kan, kasus kematian karena NBOme? Nah, mulai sekarang hati-hati guyss!

Gue punya sedikit cerita tentang drugs. Dulu, gue pernah dekat sama pengguna narkoba. Dekat disini maksudnya bukan pacaran lho, tapi teman dekat. Awalnya gue nggak tau kalau dia itu pengguna narkoba, untill one day gue jalan bareng sama dia dan dia gelisah. Dia kayak kedinginan gitu, dan keringetan. Gue pegang tangannya, dan tangannya keringetan banget. Gue khawatir, gue pikir dia sakit. Sampai rumah, gue cerita ke salah satu temen gue, sahabat gue yang satu kampus sama dia. Teman gue bilang, "lo jangan deket-deket sama si A, dia tuh make." Gue awalnya nggak percaya, tapi gue penasaran dan akhirnya gue searching google about drugs. Apa yang gue dapetin di riset itu sama kayak apa yang gue lihat faktanya. Setelah gue pancing, dia baru mau jujur kalau dia memang pemakai. Dia pakai sabu. Nah, dari sanalah gue belajar banyak tentang drugsGue sempat dilema, gue tetap dekat sama dia atau gue jauhin dia? Gue tahu resikonya besar buat stay close to this boy, tapi kemudian gue mikir lagi. Dia punya alasan buat pakai benda haram itu, dan dia pakai karena dia butuh. I thought he just need something to make him survive. Ya, survive dari keterpurukannya atau apalah. Kalau gue ngejauh dari dia, itu malah bikin kondisinya tambah buruk. Dia akan mikir kalau dirinya memang benar-benar tidak diinginkan, dan dikucilkan. Itu terlalu jahat buat dia. Menurut dia, dunia ini udah jahat dan akan tambah jahat kalau kita malah menjauh dari dia. Mereka cuma butuh perhatian lebih kok, nggak lain. Gue nemenin dia di masa-masa terpuruknya, bahkan gue juga pernah liat waktu dia sakau. Dan itu kelihatan banget nyiksa dia, bener-bener nyiksa. Narkoba itu emang jahat banget. Gue pernah tanya apa yang dia rasain, dan dia bilang kalau dia cuma ngerasa kalau dia tuh butuh. Ya, dia butuh barang itu, kayak seolah dia akan mati tanpa benda itu. Dan semakin dia butuh, semakin dia mau nambahin dosisnya. Itu nggak bagus. Kalau dia terus-terusan nambahin dosisnya  dan dia nggak kuat, nyawa bisa melayang. Itu jahatnya narkoba. Dia bikin penggunanya ngerasa butuh, seolah mati tanpa dia, tapi sebenarnya justru dialah yang bisa mematikan penggunanya

Buat survive dari narkoba itu nggak gampang. Harus ngerasain sakit yang super kalau mau lepas dari drugs. Kenapa sakitnya super? Karena kayak gue bilang diatas, narkoba itu bikin si penggunanya ngerasa butuh. Kalau nggak dapetin si benda haram ini, mereka tuh kesakitan, lemes, gelisah, dll. Gue nggak tau persis yang mereka rasain, tapi katanya sih sakit. Waktu itu, gue berusaha bantu dia keluar dari zona hitamnya. Gue pernah suruh dia ganti pakai permen tapi nggak ampuh, dan gue juga sadar sih kalau itu cukup konyol. Kalau berhenti ngerokok sih mungkin emang bisa pakai permen, tapi narkoba susah ya shayyy? Gue akhirnya googling terus, cara berhenti dari narkoba. Semua cara gue coba buat dia, sampai gue suruh dia coba minum susu beruang. Dia nurut, tapi seelah itu dia langsung lemes. Dan.... gagal. Lagi-lagi dia nggak bisa lepasin. Puncaknya, waktu gue bilang gue give up mau bantu dia. Gue sempat khawatir dia bakalan lebih parah, tapi ternyata gue salah. Dia coba minum susu itu lagi, dan lemes lagi, tapi.... dia berusaha lawan suggst lemesnya itu. Dia kuat-kuatin sampai lama-lama dia bisa. Dia juga rajin olah raga, dan yang paling penting, dia terus kuatin mentalnya buat nggak nyentuh barang itu lagi

Alhamdulillah, sekarang dia bisa lepas. Ya, I wish sih dia bener-bener udah lepas dan nggak kumat-kumatan lagi. Sekarang dia lagi ngejar mimpinya di entah di pulau apa. Iya, dia kerjaannya pindah-pindah pulau terus. Dan gue? Gue bangga banget pernah temenin dia di masa-masa kelamnya. Gue bangga banget bisa lihat dia yang tadinya bukan apa-apa, sekarang jadi luar biasa

Pada intinya, semua orang yang mau berhenti dari narkoba pasti bisa. Tergantung gimana kemauan mereka aja. Kalau mereka kuat mental, gue yakin pasti bisa. Kalau mereka punya motivasi kuat buat berhenti, pasti ada jalannya. Dan kita, nggak ada salahnya kalau kita tetap berteman sama mereka. They are human, dan mereka cuma butuh perhatian. Kalau kita menjauh justru malah bikin mereka tambah terpuruk, it isn't fair anyway. Tapi ya, kita juga harus kuat mental buat nggak ikut-ikutan pakai benda haram. Kita harus bisa ngendaliin diri. Wuuh!! Harusnya punya self control yang tinggi

Well, narkoba apapun bentuknya itu memang nggak ada yang bagus. Semua narkoba itu jahat, membunuh, mematikan. Kalau mau aman, jangan coba-coba pakai. Zatnya adiktif, sekali pakai pasti susah lepasnya. Jadi kalau mau aman, jangan pernah sentuh. Narkoba itu nggak bikin masalah lo selesai, yang ada malah nambah masalahNarkoba nggak bisa bikin hidup lo berubah. Ya, berubah jadi lebih buruh sih mungkin