Monday, 25 January 2016

Be Good To Every Difference

25 Januari 2016,




Malam ini gue lagi nggak tau mau nulis tentang apa, tapi gue lagi kepengen nulis sesuatu. Setelah gue pikir-pikir, akhirnya gue nemuin satu topik yang akan gue tulis malam ini. Topik apa tuh? Jadi, gue mau nulis tentang.... no raicism. Gue mau nulis tentang perbedaan agama, suku, warna kulit and else. Ya intinya, tentang perbedaan. Sebenarnya agak sensitif buat bahas kayak ginian, tapi nggak papa deh gue nulis berdasarkan opini dan pengalaman gue. 

Gue pribadi adalah tipe orang yang no racism. Gue berteman dengan siapapun, apapun agamanya, warna kulitnya, sukunya... gue berteman dengan siapapun. Gue berteman dengan semua pemeluk agama yang berbeda, dan dari suku yang berbeda bahkan negara yang beda. Mulai dari Islam, Buddha, Kristen, sampai Hindu, gue berteman. Dari yang pribumi sampai british pun gue ada teman. Teman gue yang Kristen? banyak. Yang muslim? Apalagi. Buddha? Gue kenal Calvina. Hindu? Si Anggi pemeluk agama hindu, orang Bali. Temen gue yang pribumi? Banyaaaak. Tiongkok? Banyak juga. Arab? Ada kok.... mantan gue aja Arab. Bule? Ada juga... Om gue orang bule. Tante gue nikah sama orang bule. Teman bule? Ada. Semuanya itu teman-teman gue, tanpa gue pandang perbedaan yang ada di antara kita. 

Kadang gue suka heran sama orang yang.... mungkin bisa dibilang "gampang banget ngejudge orang". Ya, cuma karena beda agama atau beda ras, terus jadi musuhin orang / ras itu. I meant, it's unfair. Dulu mantan gue pernah kayak gitu. Ada orang yang beda ras, dan tiba-tiba dia bilang "tuh **** Anjing!" Gue rada kesel sih, tapi pas waktu itu gue lagi dibonceng dia, so gue cuma bilang "jangan gitu." Ya... gue tuh rada heran sama orang-orang yang stereotype gitu deh. Maksudnya, mereka kan nggak salah apa-apa, terus kenapa harus dibenci cuma karena orang itu beda agama atau beda ras atau beda suku sama lo? Kita sama-sama makan nasi, sama-sama sekolah, sama-sama tinggal di bawah langit yang sama, so.... what is the problem? As long as dia nggak ngerepotin lo, nggak cari masalah sama lo, so I think it's fine if they live in our country. Baik atau buruknya seseorang itu bukan dilihat dari apa agamanya, apa sukunya, apa rasnya, apa golongan darahnya.... baik buruknya seseorang itu terlihat dari cara dia bersikap. Baik dan buruknya seseorang itu dari perbuatannya kepada sesama dan kepada Tuhannya. Yaa, kalau ke Tuhannya sih itu urusan dia dan Tuhannya aja. Tapi selama orang itu baik ke orang lain, I think they are good. Yes, good personality.

So, menurut gue sih nggak fair aja kalau kita membenci seseorang cuma karena orang itu beda sama kita. Setiap orang pasti menginginkan kedamaian, so... yaudahlah coba make peace with everyone around without look their religion or else. Bertemanlah sama siapa aja, karena teman tuh orang yang mungkin suatu saat akan lo butuhin. Berbuat baik ke semua orang dan orang akan berbuat baik juga ke lo. Nggak salah kan berteman dengan banyak orang tanpa melihat perbedaan? Gue sebagai orang yang punya banyak teman yang berbeda dari gue, jujur aja ngerasa aneh kalau harus sinis sama orang yang beda sama gue. Gue nyaman berteman sama teman-teman gue sekarang. They care too much. Kadang nih kalau gue lagi galau, mereka suka ingetin buat rajin sholat dan berdoa sama Allah. Kalau lagi puasa dan gue bilang ngidam makanan, hampir tergoda gitu, mereka suka ingetin gue buat nggak batal puasa. They care very much! Padahal mereka berbeda sama gue. Nihh buktinya mereka care:

IGB Anggi (Hindu)

Koko Wendrie (Kristen)

Wendrie & Yesi (Kristen)

Yessy (Kristen)

Gue punya geng, namanya Geng Cantik. Sebenarnya namanya ngasal banget sih, cuma karena mau bikin group line dan nggak tau mau kasih nama apa. So, niken kasih nama Cantik. Sampai sekarang manggilnya "cantik". Nah, di geng cantik itu ada Niken, Calvina, Stefie, Yessy, Wendrie, Annisa (called as Buaya). Satu geng itu beda-beda agama. Yang muslim cuma gue, Niken, dan Buaya. Calvina Buddha, dan Yessy - Wendrie itu Kristen. Meskipun kita beda-beda, tapi kita saling bantu satu sama lain. Dulu nih, pas lagi ujian atau ada test, kita saling bantu sebar kisi-kisi. Kita belajar bareng dan sebagainya. Sampai magang pun kita saling bantu dan saling semangatin. Kita cari magang bareng, dan pas ada salah satu yang keterima magang duluan, mereka kasih info. Saling bantu aja. Sampai sekarang, kadang masih bagi-bagi info lowongan kerjaan. Udah dua tahun gue ngerayain birthday sama mereka. Mereka kasih surprise cake gitu meskipun gue nggak minta. And I was so happy + grateful karena punya mereka. Meskipun kita berbeda, tapi mereka care banget. Gue pernah marahin si arab gara-gara dia jelekin temen-temen gue. Kenapa? Ya, mereka udah kayak sahabat-sahabat gue... so gue nggak suka ada yang jelekin mereka apalagi kalau bawa-bawa perbedaan. 

Intinya sih ya, berbuat baik aja ke semua orang. Jangan pernah nilai orang buruk cuma karena mereka berbeda sama kita. Ini Indonesia, ada yang namanya Hak Asasi Manusia. Mau mereka meluk agama apapun, itu pilihan mereka dan kita nggak akan pernah bisa maksa seseorang buat sama kayak kita. Jangan malah jadi benci cuma karena hal itu. Terus, ada hal yang kadang gue suka bingung tentang ras. Beberapa orang anggap orang lain dengan mata kecil itu seolah-olah kayak.... beda. Cuma karena nggak kayak orang pribumi, so mereka  dianggap beda (untuk beberapa orang). Ini gue rasain karena gue kuliah di universitas yang mayoritas adalah orang-orang bermata sipit. Gue kadang nggak sengaja denger orang yang sama kayak gue dan dia talking bad about them. Padahal sebenarnya itu cuma "look". Itu cuma apa yang terlihat oleh kasat mata. And yes, mereka tinggal di Indonesia, so I think kita sama-sama warga indonesia. Kita satu bangsa meskipun wajah kita beda, warna kulit kita beda, cara bicara kita beda, tapi ya kita tetap sama. Kita sama-sama bangsa Indonesia, tinggal di negara yang sama. Sama-sama makan nasi. Sama-sama kuliah dengan uang sendiri. Eh, uang orang tua deng. But fyi nihhhhh, tiap suku itu punya kayak yang namanya.... hmm "look" yang berbeda-beda. Misal orang Medan, Manado, Kalimantan, or else.... itu looknya sipit-sipit. Tapi ya tetep aja mereka satu bangsa sama orang dengan darah Jawa atau Sunda atau Betawi. Atau contoh lain, suku papua atau Ambon. Hmm Papua masih di Indonesia kan ya? Ya pokoknya, tau lah look mereka kayak apa. Tapi tetap, mereka satu bangsa. Ada juga orang Padang or Aceh, biasanya orang Padang tuh cantik-cantik dan ganteng-ganteng kayak bule atau arab gitu. Ya... itu looknya dari daerah itu. Intinya sih ya, mau gimanapun warna kulit, agama, bentuk wajah, dan sebagainya itu.... nggak ngerubah fakta bahwa kita satu bangsa. Yes, sama-sama Indonesia. So, don't judge people with their differences. Manusia itu makhluk sosial yang nggak bisa hidup sendirian. Jangan pernah bicara buruk, atau bahkan cuma sekedar mikir buruk ke seseorang cuma karena dia nggak sama kayak diri kita. If you want to be respected, so learn to respect other. If you want to be loved, so learn to love every human or even every creature. Do the good thing and you will get  the good thing.

Yak, sekian deh opini gue. Udah lumayan panjang juga. Ini cuma pendapat loh ya, nggak bermaksud apa-apa. Setiap pendapat orang kan beda-beda. So, no offense. Hehe. See you on the next post!

Tuesday, 12 January 2016

Happy Birthday To The Loveliest!

12 Januari 2016,



This should be Juno's 23rd birthday. Semalem gue sedih gitu kalau inget dia seharusnya masih ada disini, seharusnya semalam gue video call dan ngucapin happy birthday ke dia. Kalau dihitung-hitung, kuliah S2-nya harusnya tinggal setahun lagi, dan dia janji setahun lagi dia akan balik ke Jakarta. Hmm ya ternyata, sebelum kuliahnya selesai dia udah balik ke Jakarta. Iya, pulang yang benar-benar untuk pulang. Sedih banget kalau diinget. Sometimes I miss him. Bukan sometimes lagi bahkan. Gue selalu kirim doa untuk dia tiap malam. Kenapa? Karena he's the greatest man I ever had, selain bokap. 

Kalau 12 Januari 2015 kemarin, pas kebetulan dia lagi di Jakarta. Sebenarnya dia udah pergi ke Jerman dari Oktober tahun 2014, tapi tahun kemarin kebetulan dia pulang tahun baru sampai birthdaynya disini. Kanguuun banget! Tahun kemarin gue mau kasih surprise gitu tapi gagal karena gue kesiangan. Padahal udah siapin cake buat dia. Gue pesan cake dengan desain batman. Hahaha iyaaa si jambul emang suka banget sama batman. Di kamarnya banyak banget tuh action figure batman. Sampai mau birthday kemarin, gue niatnya mau kasih action figure, tapi dia pasti udah punya banyak bahkan yang paling mahal sekalipun. Sooo, tahun kemarin gue beliin dia kaos kaki sama sweater Pull & Bear.  Niatnya sih biar bisa dipakai di Jerman, soalnya disana pasti udaranya lebih dingin daripad di Jakarta. Waktu itu gue beli setelah tahun baru, dan lagi banyak sale. Lumayan lagi diskon dari 700 ribuan jadi 500an aja. Hahaha! Maaf ya Juno beliinnya yang diskonan, waktu itu lagi bokek soalnya.

Dulu tuh ya, waktu masih pacaran sama dia. Gue suka banget beliin barang-barang yang gue suka pas lagi jalan-jalan ke mall. Pernah tuh gue pulang kuliah ke PIM sendirian, gue lihat ada jam cowok bagus banget. Omega. Gue inget brand favoritnya juno kalau beli jam itu ya Omega or Patek Philippe. Dan pas gue liat ada yang bagus di Omega, gue langsung keinget Juno dan tanpa pikir panjang langsung beli..... langsung ludes uang jajan dan tabungan gue, tapi alhamdulillah dia suka! Dan dipake terus. So, gue beliinnya juga nggak sia-sia. Gue pribadi sih nggak pernah perhitungan kalau sama Juno. Kenapa? Karena dia juga nggak pernah perhitungan sama gue. Kalau jalan bareng, lebih sering dia yang bayarin. Bahkan hadiah-hadiah yang dia kasih itu bisa lebih mahal dari yang gue kasih. Gue jadi inget hadiah terakhirnya sebelum ke Jerman. Dia kasih gue bracelet Thomas Sabo, pas gue cek harganya sekitar 200-an USD and it's exclusive. Sedih deh kalau diinget. Waktu itu sehari atau dua hari sebelum dia pergi, gue tuh pulang malem. Gue nggak sempat ketemu dia pas sehari sebelum dia pergi. Soo, ternyata dia ke rumah malem-malem. Dan pas pagi, gue udah liat gelang itu di samping tempat tidur. Ada notes-nya, he said it is the last gift before he went to Frankfurt. Gue sedih... terharu.... campur aduk. Sedih karena mau pisah jauh (yang sebenarnya nggak lebih jauh dari sekarang) dan terharu karena dia mikirin gue banget. Gue selalu simpan gelang itu. Ada satu box yang isinya semua kenangan gue sama Juno. Semua hadiah kecil dari Juno, bahkan bunga-bunga mawar yang udah kering yang pernah dia kasih. Juno jarang kasih gue bunga, like seriously. Dia kasih gue bunga itu.... cuma 3 kali kayaknya. Dan yaaa mesti dikodein dulu. Dan yang paling nyebelinnya lagi, cuma setangkai-setangkai doang. Tapi yah, nggak papa. That's Juno. Dia emang jarang kasih gue bunga, tapi selalu kasih yang lebih daripada bunga, yaitu cinta, sayang, perhatian. Every little thing he did, feel like very sweet. 

About Juno.... kalau dibilang ganteng, iya dia ganteng. Nggak jelek nggak ganteng deh, tapi manis. Kalau dari fisik, yang paling gue suka dari Juno itu alisnya. Alisnya Juno itu tebel banget and yes, gue emang suka cowok-cowok beralis tebal. Oh ya, dan kenapa gue suka manggil dia si jambul? Karena dulu pas masih semester awal ketemu dia, dia itu ada jambulnya. Pake gel gitu kayaknya, nggak ngerti juga gue. Makanya gue suka manggil dia Jimmy Neutron karena jambulnya itu. Dia itu cowok paling sabar. Dia gue gantung hampir enam bulan lebih sebelum jadi pacar. Dan pas udah putus, gue berkali-kali nolak buat balikan. I know I was wrong. Sekarang baru terasa gimana sedihnya pas udah kehilangan. Terus, dia itu suka beliin gue ice cream kalau habis kelas. Dia itu cuek banget, tapi semua yang dia lakuin buat gue terasa banget tulusnya. Dia itu anak kesayangan Mamanya, dia anak bungsu. Kalau gue ke rumahnya Juno, mamanya suka ceritain tentang Juno ke gue. Gue bahkan manggil mamanya Juno dengan sebutan "Mama". Iyaa.... kita emang udah sedekat itu. Sampai Juno pergi pun, gue masih sering main ke rumahnya, ketemu mamanya, keponakannya. Keluargnya Juno tuh... welcome banget sama gue. Mereka baik banget. Kalau abis main ke rumahnya, selalu dianter pulang. Dulu Juno selalu anter gue pulang, tapi setelah dia pergi, yang anter gue pulang itu kakaknya. Namanya Mas Sandy, umurnya lebih tua dua tahun dari Juno.

Hmm apa lagi yah tentang Juno? Banyak banget cerita tentang Juno, sampai bungung gimana gue ceritain tentang dia. Oh ya, Juno itu cemburuan banget orangnya. Udah berapa cowok yang dia cemburuin pas kita lagi pacaran. Nggak kehitung deh dia cemburu sama berapa banyak cowok yang gue kenal. Padahal itu semua cuma teman-teman gue, tapi ya gitu deh tetep aja dia cemburuan. Juno itu bukan tipe orang yang setiap detik pegang HP. Dia bahkan nggak main socmed. Dia bales chat gue juga bisa berjam-jam. Jujur, gue sama dia jarang chattingan., kalo lagi kangen ya tau-tau main or ketemuan aja gitu. Dia sering banget nelfon gue buat hal-hal nggak jelas. Kayak... telfon cuma bilang kangen, terus minta disemangatin, dll. Beneran cuma bilang kangen terus dimatiin, cuma 2 or 3 menit terus dimatiin. Dia tuh sering kayak gitu.... tapi itu yang bikin kangen. 

Juno itu nggak pernah ninggalin sholat lhoooo! Dia kalau pergi sama gue selalu inget sholat. Bahkan kalau hari Jum'at nih, dia suka ke masjid dulu buat sholat Jum'at. Seringnya kita ke pim sih, dan kalau mau sholat jum'at dia ke masjid pondok indah, sementara gue makan atau jalan-jalan nungguin dia di pim. Tapi, kalau dibilang alim sih ya nggak juga. Dia juga kadang keluar malem, kadang ke party (nggak sering). Dia bilangnya bukan nge-club, tapi sosialisasi. Dia juga ngerokok, tapi dia nggak pernah ngerokok depan gue. Dia janji nggak ngerokok di depan gue, padahal gue nggak minta. Dia tau gue nggak suka asap rokok. Dia nggak pernah bolehin gue keluar malem, ke pesta temennya sekalipun. Dia bilang tanggung jawabnya dia sama bokap gue. Dia nggak mau bawa gue ke dunia yang gue nggak suka, padahal sebenarnya biasa aja. Tapi dia emang gitu. He cares too much, dan dia pria yang sangat bertanggung jawab. Gue jadi inget kalau di PIM kita suka banget makan Mie Tarik Laiker. Biasa gue pesen mie tarik ayam crispy, dan Juno kalau ditanya pasti bilang "samain aja". Tapi, pas mie tariknya udah jadi, dia suka kasih ayam cripsynya buat gue. Jadi dia makan mie-nya doang. Bukan karena dia nggak suka ayam crispynya, tapi karena gue suka banget sama yam cripsyny dan dia rela kasih semua ayam crispynya buat gue :"

Kalau dideskripsiin, entahlah gimana cara deksripsiin dia. Pokoknya, he is sweet, lovable, yaah.... nggak jarang banyak cewek yang deketin dia. Dia gentle banget. Seriously, bukan cuma gentle karena dia bisa berantem atau gimana. Dia bisa ngelindungin gue dan sikapnya yang bisa hargain ceweknya, hargain orang-orang di sekitarnya, dia yang bertanggung jawab, itu yang gue bilang gentle. Dia asyik banget anaknya! Dia supel dan cepet akrab sama orang. Orang kalau ngobrol sekali sama dia tuh bisa langsung nyambung. Dia orang yang sabar banget, bahkan sama orang yang cukup egois kayak gue gini.... dia sabar banget. Dia itu tipe orang yang ngehargain banget persahabatan. Buat dia nggak ada sahabat itu hampa. Sahabat itu segala-galanya  buat dia. Dia selalu berusaha ngalah dan kasih yang terbaik untuk sahabatnya, kadang dia lupa kalau dia juga harus mikirin dirinya sendiri. That's Juno. Dia selalu berhasil bikin gue terkagum-kagum. He is full of surprise. Gue selalu suka cara dia jalanin hidupnya, cara dia melihat kehidupan dan dunianya. Gue suka. Dan sekarang gue kangen. Gue udah janji sama Juno, kalau gue nggak akan sedih. Temen-temennya Juno tuh care banget sama gue. Mereka sering bilang "Juno mau lo bahagia. Juno nggak mau disedihin lo terus. Juno sayang sama lo. Juno mau lo jalanin hidup lo kayak biasanya meskipun nggak ada dia." And YES I SHOULD BE HAPPY. Gue nih ya kalau kangen sama dia, gue pasti dengerin rekamannya dia lagi nyanyi "be my lady" yang ada di HP gue. 

Jujur sih, kadang gue sedih. Gue mau move on, tapi gue nggak mungkin bisa lupain Juno. Gue sebenarnya udah move on. Gue udah bisa terima orang baru buat jadi pasangan, tapi yaa... Juno punya cerita sendiri buat gue. Dia punya tempat sendiri. Dan kalau gue mau coba sama yang lain, kalau gue terima orang baru, itu bukan berarti gue nggak setia sama Juno atau orang itu cuma pelarian doang. Gue nggak pernah main-main sama perasaan. So, kalau gue terima orang baru itu karena gue beneran ada rasa nyaman dan takut kehilangan, bukan karena pelarian. Gimanapun Juno itu pernah bikin cerita yang super duper jadi kenangan buat gue. Dia pernah berusaha sekeras itu buat bahagian gue, buat sayang sama gue. Bukannya harusnya nggak salah kalau gue nggak mau lupain dia? Tapi bukan berarti gue bakalan stuck di Juno aja. Gue move on, tapi gue nggak akan lupain dia setelah semua perjuangannya. ADOOOOH KOK GUE JADI CURCOL? HAHAHAHA

Yaudah deh daripada gue jadinya kebanyakan curhat, mending gue sudahin aja. That's about Juno, tentamg si jambul yang super duper nyebelin tapi ngangenin. Dia cowok banget deh pokoknya. Dari sifatnya, sikapnya, attitude, personality, dia cowok banget pokoknya. Dia cowok yang worth untuk dikenang. Dan yakin disana dia pasti bahagia, ditemenin bidadari-bidadari cantik, tempat yang tentram, damai..... someday I'll meet him.


Thursday, 7 January 2016

HAPPY BIRTHDAY CALVINCUY!

7 Januari 2016,




HAPPY BIRTHDAY CALVINAAAA! Hari ini hari tanggal lahirnya Calvina lho, ulang tahunnya. Kenapa gue mau nulis tentang dia di blog gue? Kenapa gue mau nulis happy birthday to her di blog gue? Because.... she is one of my amazing friend I have. Dia salah satu teman yang penting buat gue dan gue sayang sama dia. Meskipun nggak cuma dia aja sih, ada Sasha, Niken, Yessy, Wendrie, Gregy, etc.... tapi yah, berhubung hari ini dia birthday, so gue mau cerita tentang teman gue yang satu ini aja.

About her.... gue ingat awal gue kenalan sama dia itu di semester 4. Hari pertama di semester 4, kecepetan, dan dia orang yang pertama gue liat. Eh, nggak deng. Dia dan Stefie adalah orang pertama yang ada di kelas semester 4. Gue nggak nyangka sih bakalan sedekat ini sama dia, karena waktu awal tuh jujur aja gue nggak terlalu dekat. Gue kenalan sama dia juga karena gue disuruh invite anak-anak sekelas buat masuk group kelas, jadi yaudah kenalan trus minta pinnya. Ehhhh... ternyata dia asyik banget anaknya. 

Dulu kalau bosen abis kuliah, gue sering ngajak dia jalan. Biasanya kita ke Central Park atau Mall Taman Anggrek. WHYYY SHOULD CP & TA? Karena itu mall yang paling dekat sama kampus. Hehehe. Terus, kalau lagi ngidam, lagi berburu sale, atau gue lagi butuh sesuatu (ex: butuh beli bb cream, buku, etc), dia orang yang paling sering gue ajak. Now dia balik ke Jambi. Kangen sih, tapi nanti bisa lah atur waktu buat ketemuan lagi.  Teruus... about Calvina.... dia itu temen cerita gue. Kalau gue lagi galau, kesel, sedih, bahkan kalau lagi seneng, gue pasti cerita ke dia. Almost everything gue cerita ke dia. She know me very well lah pokoknya. Bahkan nih ya, kalau gue lagi deket sama orang baru, dia juga orang yang paling tau dan pertama gue kasih tau. 

Oh ya, dia itu suka baca komik. Kalau ke gramedia, suka mencar gitu. Gue nyari novel, dia nyari komik. Katanya kalau di rumahnya di jambi sana, komiknya udah sampai selemari. Hahahaha! Terus, dia itu suka warna ungu. Gue sempet mikir, bahkan Wendrie pernah bilang, "Cal, lo ngekos disini karena temboknya warna ungu ya?" Lol ohmygaaawd I was laughing that time. Tapi iya sih, gue sempet mikir gitu juga. Oh ya, dan dia juga nggak suka keju! Tapi, kalau keju yang ada di Hubert Chicken Caper-nya Nannys Pavillon (duh, jadi laper) dia suka. Ahhh! Jadi inget pertama kalinya dia ke Nannys itu karena gue yang ajakin. And soo happy karena ternyata dia nggak enek sama keju disana. 

Waktu pulang kuliah dulu, gue sering tuh numpang di kosannya. Nunggu dijemput maksudnya. Gue sampai inget menu makan malamnya dia apa. Kalau nggak warteg biru (sekarang jadi warteg belang-belang) atau nasi goreng yang di simpang tiga Anggrek Cakra, atau ayam goreng suharti. Sluurp! Makanan disana enak-enak. Jadi kangen beli telor gulung dan tahu pedasnya. Biasanya kalau gue pulang magang, gue suka main kesana. Dan, biasanya gue pasti beli telor gulung. 

Oh ya, buat gue Calvina itu orang yang care banget. Kalau buat dijadiin teman, I think she worth. Lebih dari teman bahkan. Dia care banget sama temennya, dan dia mikirin banget temennya. Kalau butuh bantuan apapun sama dia, nggak usah ragu. Selama dia bantu dia pasti bantu. Ahh, jadi kangen sama dia. Gue jadi inget, gue punya cerita lucu yang nggak akan gue lupain sama dia. Gue pernah  apply CV magang ke RTV dan MD Entertainment. Habis dari MD, niatnya mau ke RTV. So, kita stop taksi deh tuh, cari pakai waze karena nggak tau jalannya. Ehhh, udah muter-muter kuningan, ternyata RTV itu letaknya di depan gedung MD Entertainment. Gue sama Calvina langsung.... OH MY GOD NGAPAIN MUTER-MUTER KUNINGAN KALAU TERNYATA JARAKNYA DEKET BANGET??? And finally setelah itu kita memutuskan untuk melampiaskannya dengan makan di Lotte Shopping Avenue. 

OH YAAA, ada satu lagi cerita sweet dari dia (menurut gue sih). Jadi, waktu beberapa hari sebelum gue sidang skripsi, si Calvi masih di Jambi. Dua atau tiga hari sebelum sidang gitu dia bilang ke gue, katanya dia males ke Jakarta karena masih pengen sama keluarganya. I suddenly felt so sad, karena gue berharap dia ada di deket gue waktu gue sidang. Nggak tau kenapa ya, gue ngerasa lebih tenang aja kalau ada orang terdekat gue. Sampai H-1, harusnya dia janji sama gue udah ke Jakarta, tapi nyokapnya masih sakit. Soo, yaudah nggak papa. Sebenarnya nggak papa juga kalau nyokapnya masih sakit dan di-cancel ke Jakartanya, tapi dia usahain banget pulang sebelum gue sidang. Jadii, pas hari H gue sidang, dia balik ke Jakarta. Gue sidang skripsi jam 1 siang, dan paginya dia usahain balik padahal pesawatnya delay. Dia baru sampai di kampus itu 1 atau setengah jam sebelum gue masuk ruangan. Gue kayak.... terharu! Ya meskipun dia mungkin emang harus balik dan balik juga karena pengen liat Niken sidang hahahaha! Tapi, gue terharu aja dibela-belain balik gitu. Huhuhu...

Ya pokoknya, she is my favorite kind of friend. Bukan cuma sekedar teman, dia udah kayak... nggak tau deh I should be grateful for having her as my bestfriend. My wishes for her are: keep healthy, stay happy, and always be sunshine for everyone around. 


pasca sidang Calvi


7.1.15


geng cantik (- Stefie & Niken)

Thursday, 23 April 2015

Review Revlon MoistureStay Lipcolor

23 April 2015,


Haloooo! 
Malam ini gue nggak ada kerjaan banget, so gue memutuskan untuk nulis blog aja. Kebetulan gue baru beli lipstick baru nih, hehehe. Jadi, lipstick gue yang daily itu habis, dan gue kekurangan lipstick untuk dipakai magang besok. Ada sih lipstick, tapi warnanya merah semua. Kan nggak lucu kalau gue magang dengan lipstick merah kayak mau ke kondangan gitu? 

Jadi, hari ini gue memutuskan untuk beli lipstick baru bareng Calvina. Yap! Again and again, with Calvina. Tadi sore setelah dari kampus, kita langsung pergi ke Central Park. Niat utamanya sih jelas, nyari lipstick. Jadi, meskipun perut kita lapar, sampai sana kita langsung berburu lipstick di Sogo. Setelah agak lama nyari-nyari lipstick, akhirnya Calvina memutuskan untuk membeli lipstick Revlon keluaran terbaru itu. Kalo gue pribadi sih gue nggak cocok sama lipstick itu, karena terkturnya terlalu creamy dan nggak cocok di bibir gue. So, gue cari yang lain. Pilihan gue jatuh kepada.....










Jeng jeng jeng......









Revlon MoistureStay Lipcolor! Seperti apa bentuknya? Ini dia...





Dari luarnya sih gue suka! Packagingnya oke, elegant gitu. Sekilas kayak kotak bolpoin ya? Hehehe... tp jangan salah. Ini lipstick! Setelah keluar Sogo, gue langsung ke toilet gitu buat coba ini lipstick. Gue pilih warna yang RoseBerry 50. Nah, warna yang gue pilih ini nggak terlalu merah dan nggak terlalu pink. Buat gue sih, warnanya natural banget di bibir. Pas dioles ke bibir pun, rasanya nggak terlalu ribet karena sticknya yang mungil. So, gampang diaplikasiinnya. Oh ya, setelah diaplikasiin di bibir, gue langsung merasakan adanya rasa mint di bibir gue. Yap! lipstick ini ngasih rasa mint di bibir, jadi rasanya fresh setelah pakai lipstick ini. Price? Nggak mahal kok, cuma 92 ribu aja di Sogo. Kualitas? Menurut gue oke. Nggak terlalu matte dan nggak terlalu glossy. Intinya, lipstick ini lumayan cocok di gue. Gue pake 2 - 3 jam buat jalan-jalan keliling CP juga nggak luntur kok. Gue cukup puas sama lipstick ini.


Plus :
- Packaging oke. (elegan, imut, hemat tempat).
- Nggak terlalu matte dan nggak terlalu glossy
- Affordable for the price
- Rasa mint bikin bibir jadi fresh


Minus: almost nothing, I think.


Overall, gue suka sih sama produk ini. Repurchase? Maybe yes, tapi mau coba warna lainnya. So guys, here's the pic of me with this lipcolor on my lip :D





Maafkan muka yang tidak enak dipandang yaa.... hehehe


Saturday, 11 April 2015

Culinary Review: Ichitori

11 April 2015,


Setelah sekian lama nggak buka blog, akhirnya sekarang buka blog lagi. Sedikit curhat, akhir-akhir ini gue emang lagi sibuk-sibuknya skripsi dan magang. Begitulah tuntutan mahasiswa semester akhir. Mudah-mudahan, beberapa bulan lagi bisa lulus dengan nilai yang baik. Aamiin!

Beberapa hari lalu, pas hari libur, gue sama Calvina jalan-jalan nih. Kebetulan waktu itu gue libur dan Calvina juga belum mulai penelitian. So, gue dan dia jalan-jalan ke Kuningan City buat nyari satu makanan yang udah lama gue idam-idamkan.Yap, ichitori! Gue cari makanan itu setelah nggak sengaja liat fotonya di instagram. Oh ya, waktu itu kita sekalian nonton Fast and Furious 7. Ah, I'm so sad itu episode terakhirnya Paul Walker. He looks so handsome as Brian O'Conner, and the ending of the movie is almost making me cry :(

Okay, back to ichitori! Ichitori ini salah satu makanan yang bisa dibilang.... hmm, trending food? makanan kekinian? Yah, apapun itu deh. Yang jelas, makanan ini enak! Hanya dengan mengeluarkan uang 30 ribu rupiah, kita udah bisa dapetin makanan enak semacam chicken pop atau mushroom. Nah, dengan uang 30 ribu itu juga, lo bisa pilih 2 free sauces untuk dicampur di ayam atau jamur yang lo beli. Jadi, 30 ribu yang dikeluarin itu udah termasuk ayam/jamur dan 2 free sauces. Rugi? Nggak dong, karena tempatnya juga lumayan besar. Wadah untuk menampung ayam/jamur adalah sebuah cup. Jadi, ichitori menjual chicken or mushroom in a cup, with 2 free sauces for the top of it. Oh ya, mereka juga jual dalam bentuk paket, yaitu ayam atau mushroom + nasi + 2 saus. Harganya? Gue kurang inget berapa harga untuk paket, tapi nggak mahal kok. Gue ada saran untuk kalian yang suka cheese, kalau sudah pilih saos cheese, lebih baik jangan dicampur sama saus barbeque, karena rasa cheese nya akan berkurang dan rasa asam dari barbeque akan lebih dominan (menurut gue).

Chicken Pop with BBQ + Mayo (left) - Chicken Pop with BBQ + Cheese (right)

Ichitori memang nggak punya restaurant yang besar seperti Shirokuma, Nannys Pavillon, or anything else. But, if you want to try this food, you can find it at LG floor Kuningan City. Tempatnya ada di depan Solaria, dan memang nggak terlalu besar. Disana hanya ada beberapa meja dan kursi, tapi booth ichitori akan dengan jelas terlihat kok.

Gue kasih point 80 untuk makanan ini, because the place should be larger dan menunya juga hanya 2 itu (chicken and mushroom). Mungkin makanan ini masih baru, jadi blm banyak inovasi dan belum buka cabang di tempat yang lebih besar. But overall, menurut gue ini recomended. Makanannya enak! Anyway, sorry for the bad picture.

Friday, 27 February 2015

Culinary Review: Shirokuma

27 Februari 2015,



Hello! I'm coming back after my super duper busy activites... udah mulai semester 8 jadi sibuk banget nih. Sibuk cari magang, dan sibuk skripsi. Hell yeah! Akhirnya ngerasain pusingnya bikin skripsi. Huhu...

Oh ya, ada yang tau shirokuma nggak? Itu loh, restoran green tea yang heits banget itu. Anak gaul biasanya pada tau nih. Secara, banyak bgt yang ngepost foto di shirokuma. Nah, kemarin-kemarin gue lagi ngidam ke shirokuma tapi belum sempet-sempet. Gue emang suka banget sama green tea, jadi gue udah niat buat datengin tempat itu. Pengen tau, seenak apa sih tempat nongkrong yang heits itu. 

Jadi, ceritanya ngidam gue ini kesampean pada tanggal 23 Februari 2015 (telat banget yak?). Setelah teman ngedate gue si Calvina balik dari Jambi, kita akhirnya kesana berdua aja. Shirokuma itu ada di 2 tempat. Yang pertama ada di Pantai Indah Kapuk, dan yang kedua ada di Gandaria City. Nah, berhubung ke PIK itu lumayan jauh dari tempat kita, jadi kita mutusin untuk cobain shirokuma di Gandaria City. Yeayy! Finally!

Tempatnya nggak terlalu sulit dicari. Kalau kalian naik eskalator, itu udah keliatan tulisan Shirokuma. Pertama kali liat, wow ramai! Ternyata, tempatnya memang se-hits itu. Untungnya kita masih bisa dapet tempat. Hehe...

Nggak cuma anak muda, ibu-ibu pun ternyata suka di tempat itu. Di samping meja kita kemarin ada tuh ibu-ibu arisan ruameeee banget. Ada juga anak sekolah, anak kuliah, atau orang pacaran. Well, menurut gue sih tempatnya lucu! Desainnya mirip-mirip sama Nannys Pavillon atau Sumoboo yang dominan warna hijau. Kursi dan mejanya lucu, kayaknya ngikutin tema jejepangan sana. Dan yang penting, menunya enak-enak! Oh ya, Shirokuma ini adanya di tengah-tengah gitu. Kayak di Nannys Pavillon yang di Plaza Indonesia. Tempatnya nggak terlalu besar, tapi kursinya lumayan cukup buat nampung sekitar 50 orang (mungkin).

Gue pesan Matcha Shiratama Float, Calvina pesan Matcha Caramel Frappe, dan Shakafries buat cemilan kita. Harganya nggak terlalu mahal. Buat menikmati makanan yang gue pesan itu, kita cuma menghabiskan uang 109 ribu. Lumayan terjangkau kan? Untuk es krim sekitar 18 - 20 ribu (kalo ga salah), minuman sekitar 30 ribuan ketas, dan menu yang lain juga lumayan terjangkau. Oh ya, disana juga ada makanan berat meskipun hanya sedikit. Salah satunya adalah Chicken Curry. 

Shaka Fries (Chilli salt) - Matcha Shiratama Float

Matcha Caramel Frappe


Taraaaa! Gimana? Kelihatannya enak nggak? Meskipun difoto biasa aja, tapi aslinya enak. Shakafriesnya gue suka! Hehe...

Kalo pelayanan, gimana sih, Sar? Hmm menurut gue sih pelayanannya cukup bagus. Pelayannya sigap dan cekatan. Minuman gue aja sempet tumpah sedikit karena kebanyakan, langsung diambilin tissue dan diganti tatakannya. Jadi nggak ngeleber lagi. Pelayannya juga baik-baik, murah senyum, nggak jutek. Pokoknya, pelayanannya oke!

Overall, Shirokuma ini tempat yang recomended. Makanan dan minumannya enak, terjangkau, dan pelayanannya bagus. Sayangnya, disitu minim colokan (hehe... teteup). Poinnya berapa sih buat Shirokuma? Nih, gue kasih point 90 deh. Kenapa nggak 100? Karena disana colokannya sedikit, dan menu makanan beratnya juga sedikit. 

Well, itu dia review gue buat Shirokuma Cafe. Bakalan kesitu lagi? Tentu!