Thursday, 6 February 2014

A Day For "Dinda Speaking"

6 Februari 2014,




Waktu pertama kali dapat tugas bikin talkshow, waduh... Nggak kebayang gimana susahnya. Apalagi, kita hanya dikasih waktu 2 minggu untuk selesain project ini. Bayangin, belum cari tempat, narasumber, dll? Whoaaa! Tapi akhirnya, ternyata kakak asistennya baik. Berhubung 2 minggu kedepan kita nggak ada jadwal alias libur, jadi project ini diundur 1 minggu lagi. Jadi, kita dikasih waktu 3 minggu buat selesain project talkshow ini. Dan jujur, susah banget bikinnya.
Well, akhirnya kita bikin hari Rabu, tanggal 5 Februari kemarin. Kita kumpul di Mangia, Panglima Polim. Tepatnya di smoking room, lantai 2-nya. Gue sampai disana sekitar  jam 12.30-an, dan masih ada beberapa anggota kelompok yang belum datang. Jadi, kita tunggu mereka dulu.
Oh ya, Nama talkshow-nya "Dinda Speaking" karena yang bawain adalah teman gue bernama Adinda. Pertama, kendala kita ada di narasumber. Yah, berhubung kemarin cuacanya kurang mendukung, jadi narasumber pun nggak bisa datang. Akhirnya, kita coba cari narasumber lain dan dapat narasumber yang agak berbeda dari proposal yang di confirm. Nah, setelah sekian lama, ternyata salah satu teman gue yang merupakan anggota dari komunitas yang mau jadi narasumber itu tiba-tiba bilang bahwa dia sudah mendekati Mangia. Jengjeeeeng... Well, kita mutusin buat back to the 1st plan. Kita cancel narasumber kedua itu. Nggak enak hati sih, tapi mau gimana? 
Mangia, Panglima Polim
Akhirnya, kita baru akan mulai shooting sekitar jam 3-an. Nah, kacaunya, saat kita mau mulai shooting, ternyata manager dari Mangia datang dan kita nggak bisa shoot karena belum konfirmasi. Nggak ngerti gimana ceritanya karena saat itu gue lagi jemput temen gue yang nyasar di polim. Tapi, katanya sih intinya seperti itu. Yah memang salah kita juga. Kita memang udah booking tempat, tapi nggak bilang kalau kita mau shoot di tempat itu. Padahal katanya juga, kalau kita bilang mau shoot, kursi-kursi yang nggak terpakai disana bisa dikosongin sementara. Yah, tapi apa boleh buat? Kita udah salah juga. Jadi, kita cari tempat lain.

Next location is Lokananta. Jaraknya nggak terlalu jauh dari Mangia. Disini, tempatnya lumayan sepi dengan dekorasi yang lebih formal. Kebetulan, kita ambil tempat di lantai 2. Jadinya, tempat kita bisa terbilang private. Nggak ada yang ganggu deh. Tapi berhubung disana kurang pencahayaan, jadi kita patungan buat beli 2 lampu tembak. Kenapa harus 2? Karena kalau hanya 1 lampu, hasilnya akan berbayang. Jadi, kita beli 2.
Kita baru benar-benar mulai shooting sekitar jam 5 atau 5.30-an. Agak ngaret karena kita makan dulu. Yah, berhubung lapeeeer banget, jadinya kita makan sambil nunggu yang beli lampu datang. Oh ya, karena pakai lampu, jadi kita kena charge Rp. 100.000. Nggak masalah sih, toh bayarnya juga patungan. Ternyata... Bikin talkshow itu susah. Perlu take berkali-kali buat dapat hasil yang pas dan tepat. Gue sampai pegel pegangin lampu lamaaa banget! 
on camera
Well, akhirnya kita selesai di jam 7 atau 7.30-an. Rasanya, legaaa banget. Akhirnya project yang paling susah di semester ini selesai. Gue nggak kebayang semester depan, pasti akan lebih susah dari ini. Oh ya, kita sempat foto-foto sebelum pulang. Ini dia foto seluruh crew dibalik produksi "Dinda Speaking",

"Dinda Speaking" crew
Nggak lupa, pastinya gue berterima kasih banget pada semua anggota kelompok yang bisa diajak kerja sama. Satu hari yang khusus dihabiskan buat bikin talkshow ini benar-benar suatu pengalaman. Capek, memang, tapi menyenangkan. Apalagi, di detik-detik terakhir pembuatan talkshow ini. Rasanya kayak mau teriak sekencang-kencangnya...

.... AKHIRNYAAAA SELESAI!



No comments:

Post a Comment